Rika, Caca, dan Yuni adalah siswi SMA Permata Bangsa. Dari kelas delapan sampai ke kelas Sembilan SMP mereka selalu satu kelas.
Masuk SMA, dikelas sepuluh mereka pergi selalu bersama. Rika adalah anak yang pintar, sedangkan Caca dan Yuni tidak. Di kelas sepuluh ini diadakan psikotes untuk menentukan di kelas sebelas mereka di lanjutkan untuk masuk kelas IPA atau IPS.
Hasil psikotes dari Rika, Caca, dan Yuni. Rika dianjurkan untuk masuk kelas IPA. Sedangkan Caca dan Yuni dianjurkan untuk masuk ke kelas IPS. Caca dan Yuni tidak ingin Rika masuk IPA, mereka ingin Rika masuk IPS. Sebaliknya, Rika ingin masuk IPA. Tetapi Rika tidak mau berpisah dengan teman baiknya yang sudah menemaninya dari SMP.
Orang tua Rika tidak mau kalau anaknya masuk IPS, mereka ingin kalau Rika masuk IPA. Karena mamahnya lulusan S1 kimia dan papanya S1 pertanian, jadi mereka ingin sekali Rika masuk IPA.
Kenaikan kelas, anak-anak kelas 11 ditentukan kelas. Rika masuk kelas 11 IPA 3 sedangkan Caca, Yuni, dan pacarnya Rika yaitu Dude masuk 11 IPS 2. Selama di kelas masing-masing Rika tidak nyaman dikelas 11 IPA 3, karena tidak ada Caca, Yuni, dan pacarnya Dude. Lagipula dikelas tersebut tidak seramai 10 dulu. Dikelas 11 IPA 3, seperti kelas tanpa ada murid satupun. Rika ingin bersama teman dan pacarnya.
Sudah beberapa minggu berada dikelas 11, suasana berubah. Tadinya Rika, Caca, Yuni, dan Dude selalu bersama, sekarang mereka berpisah. Rika dan Dude pun mengakhiri hubungan mereka. Sejak itu pula, kelas 11 IPA 3 dan kelas 11 IPS 2 selalu mengata-ngatai satu sama lain. Mereka pun tidak pernah mau mengalah.
Saat Rika jalan tak tentu arah, melintasi ruang kebersihan yaitu kantornya Pak Kardan. Rika tidak sengaja mendengar pembicaraan Pak Kardan dan Mang Ujang mereka menyebutkan nama Angel. Ternyata Pak Kardan dan Mang Ujang mencintai gadis yang sama. Mereka juga yang selama ini selalu menagdu dombakan tentang 11 IPA 3 dan 11 IPS 2.
Rika menyuruh Pak Kardan dan mang Ujang untuk datang ke pemakaman Cakung. Rika ingin mereka tidak bertengkar lagi. Di rumah, Rika menceritakan hal tersebut kepada mamanya.
Hari itu pun datang, malam minggu yang kelabu. Rika, Dude, Langit, Caca, dan Yuni menemani Pak Kardan dan Mang Ujang pergi ke pemakaman Cakung. Setelah masuk gerbang, Rika dan teman-temannya mengumpat. Semua anak kelas 11 IPA 3 dan anak kelas 11 IPS 2 memulai drama tersebut. Pak Kardan dan Mang Ujang mulai ketakutan.
Setelah drama itu selesai, Angel yang disukai oleh Pak Kardan dan Mang Ujang adalah mamanya Rika. Setelah Pak Kardan dan Mang Ujang sudah mengetahui hal tersebut, mereka pun menerimanya walau sedikit kecewa.
Pekik sebuah suara, suasana langsung hening. Seorang wanita dengan rambut panjang terurai, baju putih yang kotor, muka pucat, dan mata hitam pekat, terbang kea rah mereka. Rika melihat kakinya tidak menapak. Semua anak kelas 11 IPA 3 dan anak kelas 11 IPS 2 langsung ngibrit. Perempuan itu mengatakan : “mau IPA atau IPS, sama saja nanti juga akan seperti saya.”
Rika tidak tahu hantu sungguhan atau memang ada lagi yang mengerjai mereka. Mereka semua saling berebutan keluar dari pintu pemakaman Cakung. Tidak peduli anak IPA atau IPS, ternyata kalau melihat hantu takut, pada ngibrit. Setidaknya dalam hal ini mereka bisa kompakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar