By: Rizki Julian P Aji
hidup mahasiswa...
hidup mahasiswa..
hidup mahasiswa..
dengan semangatnya mereka berteriak bagiakan gemuruh mesin pesawat lepas landas
derap langkah mereka memagari pentungan-pentungan bagikan mulut harimau ternganga yang siap memangsa
***
" baik..karena seluruh komisi telah setuju maka pelaksanaan pembangunan di sahkan. " kemudian Pimpinan sidang memukul palu untuk menutup persidangan seiring peserta yang lainnya membubarkan diri dari Gedung Dewan yang megah.
" jujur saja, sebenarnya secara pribadi, saya tidak setuju. saya merasa berdosa telah melukai hati rakyat " dengan suara pelan pram berbicara kepada Ray saat langkah mereka meninggalkan gedung dewan itu.
" sepertinya kita berada pada posisi yang sama, tekanan dari Partai cukup besar. sehingga kita tidak dapat berbuat apa-apa. saya juga sudah muak dengan partai saat ini, semuanya berbicara kepentingan " sahut roy kepada pram rekan di DPR yang berstatus hanya anggota biasa yang tidak memiliki kekuatan saat mengambil keputusan.
****
tolak pembangunan.....kalian hanya badut-badut kecil
kami mahasiswa menolak keras atas kebijakan DPR..
pemerintah juga saat ini juga sudah gila..tidak ada lagi yang bisa dibanggakan
Hidup Mahasiswa.....
seluruh arus lalu lintas macat total..ribuan mahasiswa meyerbu gedung DPR, orasi dari berbagai koordinasi mahasiswa membakar semangat pada mahasiswa yang lain. walau perut lapar ditengah panas kota tidak melengahkan semangat mereka yang sudah berkobar
Dorr....Dorr...Dorr
suara letusan kuat entah dari mana asalnya membuat suasana jadi panik, ratusan polisi berlarian mengejar aktivis-aktivis mahasiswa. suasana semakin tidak terkendali, kaca gedung dijamu oleh batu-batu amarah. Polisi dan mahasiswa saling pukul, masyarakat sekitar menonton dengan mulut ternganga dan mata melotot seakan tidak ingin melewatkan film action dengan ratusan pemain utama.
**
Presiden serta pejabat tikus lainnya duduk santai di kursi sofa menyasikan insiden tersebut melalui layar televisi LCD. mereka menyasikan sebuah adegan seru antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Pejabat tikus tersebut mengandalkan peluru-peluru nyasar yang di legalkan menembus kala mahasiswa bersuara menentang kebijakan kotor.
Pemimpin Partai serta DPR tidak juga ingin ketinggalan dengan tayangan live tersebut. mulut mereka terbahak-bahak hingga berbusa melihat efek dari kepentingan mereka. Presiden, Partai, DPR secara terang-terangan mempertontonkan permainan busuk di tengah-tengah negara. Presiden, Partai, DPR adalah lingkaran setan yang tidak dapat di sentuh oleh masyarakat.
Proyek pembangunan Gedung DPR yang menelan uang negara triliyunan rupiah. ditengah-tengah kota miskin, ditengah-tengah ribuan bis kota membisingkan telinga jutaan pengemis, ditengah-tengah kota yang mendapat gelar Ibu kota termacet di DUNIA. Gedung itu akan berdiri megah, ratusan badut-badut tikus berenang ria didalamnya.
99% masyarakat menolak pembangunan gedung baru tersebut. sehingga mahasiswa terpakasa turun ke jalan menyerahakan tubuh mereka di hiasi oleh peluru-peluru panas dan pentungan besi. mahasiswa menunjukkan kepada elit-elit politik bahwa nafas mereka siap menjadi taruhan.
***
" bud.. sepertinya usaha kita tidak berhasil, tikus-tikus itu tetap melanjutkan proyeknya " sahut doni diatas kasur putih dengan sebuah jarum suntik menempel di pergelangan tanggannya. lilitan perban juga menutup bagian kepalanya yang masih mencucurkan darah segar.
" iya don..sudah kuliah kita terkendala, kita berbaring di kasur ini, kendraan roda terpakasa aku jual agar biaya pengobatan kita di Rumah sakit ini terlunasi. he....mereka hanya tikus-tikus kotor, itulah sebabnya saya tidak pernah suka sama partai. karena partai menciptakan presiden gila serta DPR gila...
mereka adalah sebagian dari ratusan mahasiswa yang terkapar saat menyeruakan dan menentang kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. mereka adalah pahlawan-pahlawan rakyat. mereka adalah generasi-generasi bangsa yang telah menjadi korban dari pelaksana negara itu sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar