Senin, 24 Oktober 2011

Hidup Mesti ada Ujungnya

By: Gagah Alif


          Hari tidak munafik untuk mengakui dirinya memang payah,pun dia tidak merasa perlu menyalahkan siapa-siapa. Tidak ayah ataupun ibu yang hanya dikenalnya sebatas kata.Hari senjakala namanya.Dan dia belum lagi memilih hidup seperti apa yang akan ditempuhnya.Hari hanya menjalani.Baginya,itu dua hal yang berbeda.
Keterlibatannya dengan minuman keras,lalu pertemuannya dengan sederet perempuan,adalah rahasia hidup yang pada awalnya sulit di mengerti oleh Hari. Mengapa dia harus bertemu dengan Mbak Redpel atasannya yang genit, Susi yang ingin bunuh diri, Arum yang biasa kencan dengan siapa saja asalkan selera konsumtifnya terpenuhi. Lalu ada Gayatri,gadis dengan masa lalu yang kelam.
Hari membiarkan semua mengalir bagai air, ketimbang membuat perubahan. Namun dua peristiwa, kematian seseorang yang sangat berarti, juga pertemuannya tanpa di sengaja dengan Estu, memercikkan udara bening...
Estu, ya Estu adalah tujuan akhirnya. Hari akhirnya menemukan muara dari semua pencarian. Tapi hingga lelah dia mencari, Estu hanyalah si gadis bayangan, yang menjelma dalam angan dan harapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar