Senin, 24 Oktober 2011

Cinta bertabur di langit Mekkah

                             By; Dinar Permata


     Meski Osman bukan siapa – siapa hanya teman masa kecil Rhada dan pernah singgah menjadi cinta pertama Rhada dia masih punya tanggung jawab untuk memberi kabar keberangkatannya ke tanah suci “Mekkah” untuk menunaikan ibadah haji disamping itu juga untuk menenangkan hatinya. Dia iklas jika Osman dimiliki oleh wanita lain, Rhada tersenyum datar Osman yang dia kenal sekarang berbeda dengan Osman yang dulu ia kenal , Osman yang sekarang hidup dengan dunia glamornya . “Apa karena aku mau berangkat ?” desis batin Rhada.
     Rhada mematikan ponselnya , langkah Rhada tenggelam dalam barisan jemaah haji yang menaiki tangga pesawat. Sesampainya di madinah udara Madinah menyambut Rhada dengan ramahnya. Tidak terlalu panas seperti udara ditanah kelahirannya yang baru ia tinggalkan beberapa jam lalu.”Assalamualaikum, ya Siti Rahmah  Subhanallah ….” Seseorang lelaki bandara yang kira-kira berumur 20 tahun menyapanya . dia tidak tahu apa maksud lelaki terserbut menyapanya dengan sebutan “Siti Rahmah” tapi akhirnya dia bertanya pada ayahnya Siti Rahmah adalah istri nabi Ayub yang setia menemaninya dikala penyakit kulit yang ia derita dahulu.
      Akhirnya setelah beberapa menit Rhada dan rombongan haji lainnya menempuh perjalanan beberapa menit dengan menggunakan bus dia sampai di maktab bernama hotel Ashraf di Madinah , hotel yang cukup sederhana di madinah , ia tidak sabar untuk merebahkan badannya diatas kasur yang empuk untuk meistirahatkan dirinya begitu juga rombombangan haji yang lainnya.
       Keesokan harinya ketika Rhada dan keluarganya sedang berbelanja dia terjatuh dan tiba – tiba ada seseorang laki – laki yang menawarkan bantuan untuk membantunya dia adalah laki – laki bernama yusuf akhirnya mereka berkenalan dan membantu Rhada menenteng belanjaan Rhada kebetulan Yusuf adalah seorang yang sedang menunaikan ibadah haji juga , mereka kembali ke hote Rhada.
     Entah kenapa perasaan Rhada begitu bahagia tiap kali bertemu dengan Yusuf, sejenak ia melupakan Osman, cinta pertamanya. Perasaan itu kembali muncul ketika ia melihat Yusuf dengan ikhlas membantu ayahnya membawakan barang-barang. Hati Rhada seakan telah jatuh terhadap laki-laki itu.
      Hingga pada suatu hari, Yusuf meminang dirinya dihadapan para jemaah lainnya, ia begitu kaget sekaligus bahagia dan akhirnya ia menerima lamaran Yusuf, laki-laki yg telah melumpuhkan hatinya. Mereka berencana melangsungkan pernikahan setelah mereka kembali ke tanah air. Rhada berdoa memanjatkan puji dan syukur kepada Allah atas karunia yg telah diberikan, Hidup Rhada seakan kembali bersinar setelah lama terpendam dalam kemuraman dan kejenuhan.
     Namun,  Prahara kembali menerjang Rhada saat Osman menelponnya dari tanah air, Osman meminta Rahda untuk menjadi istrinya. Sontak Rhada kaget dan bingung harus menjawab apa. Ia kembali terlontar pada masa 14 tahun lalu saat Rhada jatu hati pd Osman, cinta pertamanya. Rhada berperang batin selama berhari-hari, tak tahu jalan mana yg harus ia pilih. Ia memasrahkan semuanya kepada Allah swt.
      Rhada berdoa meminta petunjuk Allah agar diberikan jawaban dan pilihan yg tepat. Akhirnya selang beberapa hari, Rahda membrikan jawabannya. …  Ia menolak pinangan dari OSman, cinta pertamanya.
sungguh sebenarnya ia tidak mau membuat Osman terluka. Tapi ia tidak punya pilihan lain.
Osman mau tidak mau harus menerima kenyataan tersebut walau hatinya remuk redam. Rhada akhirnya merasa lega terlepas dari kurungan hati yg menderanya. Ia telah mendapatkan pangeran hati yg selama ini ia cari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar