Senin, 24 Oktober 2011

Totto Chan Gadis cilik di jendela

By: Herdiana Nur Indah Sari






        Guru-guru di sekolah , menganggap Totto-chan nakal . Padahal gadis cilik periang itu hanya memiliki keingin tahuan yang besar. Totto-chan pun dikeluarkan dan sekolah dengan alasan selalu membuat keributan di kelas . SepertI memanggil para pemusik jalanan yang langsung membuat para murid ribut , hingga masalah laci Totto-chan yang selalu dibuka ratusan kali dan ditutup dengan cara dibanting.


                Mama tak bisa berbuat apa-apa selain menyekolahkan anaknya ke sekolah lain tanpa memberitahu apa yang terjadi padanya . Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen . Totto-chan senang sekali , di sekolah itu para murid belajar didalam gerbong kereta sebagai pengganti ruang kelas . Ia bisa belajar sambil melihat ke halaman seolah-olah sedang melakukan perjalanan naik kereta.


                Di sekolah Tomoe , para murid bebas memilih urutan pelajaran yang mereka sukai. Kepala sekolah juga menetapkan makan siang dengan membawa sesuatu dari laut dan sesuatu dari gunung. Karena sekolah itu begitu unik, Totto-chan pun merasa kerasan


                Hari demi hari dilewati Totto-chan dengan kegembiraan dan penistiwa yang tak terduga. Sampai sampai, ia juga anak iainnya tak menyadari bahwa Perang Pasifik sudah pecah – Sampai kemudian , perang dan segala kengeriannya telah mulai terasa di kehidupan Totto - chan dan keluarganya – Setiap hari , pana pria dan pemuda di sekitar tempat dikirim pergi untuk berperang.


                Hingga beberapa hari kemudian , Tomoe terbakar! Semuanya terjadi pada malam hari . Banyak bom yang dijatuhkan pesawat B29 menimpa gerbong-gerbong kelas . Sekolah Tomoe sudah tak ada. Api berkobar menghancurkan semuanya . Totto-chan tak pernah tahu bagaimana perasaan kepala sekolah saat melihatnya , tapi yang ia tahu hatinya merasa sesak saat tahu keinginannya untuk menjadi guru di Tomoe teiah hancur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar